Gunung Kidul, DIY
tugimandr@gmail.com

Banyak Atlet Berprestasi , Gunungkidul Perlu Pembenahan di Bidang Pembinaan dan Penjaringan Atlet Muda

Maju BERSAMA, Sejahtera SEMUA

Banyak Atlet Berprestasi , Gunungkidul Perlu Pembenahan di Bidang Pembinaan dan Penjaringan Atlet Muda

Wonosari, Putra putri asli Kabupaten Gunungkidul kerap menorehkan prestasi baik sebagai atlet maupun pelatih di kancah nasional maupun internasional. Namun begitu, kerap kali di jumpai, para atlet meninggalkan bakatnya lantaran minimnya pembinaan oleh pemerintah.

Salah seorang akademisi asal Desa Kedungpoh, Kecamatan Nglipar yang saat ini menjabat sebagai Kabid Organisasi Koni Provinsi Jabar, Tugiman memberikan pandangan terkait dengan perlunya pembinaan atlet muda di Gunungkidul. Pasalnya, dari masa ke masa atlet muda Gunungkidul selalu mampu menorehkan prestasi di tingkat nasional.

“Utamanya lari ya, kalau dari pengamatan saya, atlet lari asal Gunungkidul itu banyak yang berpreatasi. Namun saat ini masih kurang pembinaan,” kata dia, Jumat (12/07/2019).

Ia menjelaskan, adapun strategi yang harus dilakukan yakni, adalah penjaringan atlet oleh pemerintah sejak mereka masih di usia muda. Namun begitu, perlu dipersiapkan pula lembaga organisasi serta dukungan oleh pemerintah daerah.

“Rekruitmen dari awal dari putra putri yang punya bakat dan berpotensi. Kemudian juga penting pembinaan yang terarah, terprogram dan terukur serta berkelanjutan,” terang dia.

Ia juga menjelaskan, untuk mengikat para atlet sendiri, pemerintah sebetulnya perlu memberikan atensi dan perhatian khusunya kepada atlet berprestasi. Sehingga, mereka mempunyai kemauan untuk terus melatih diri dan menekuni bidang atletik.

“Banyak anak-anak di Gunungkidul yang secara alamiah sudah terbentuk oleh alam dan lingkungan serta memiliki bakat pelari. Apabila dipersiapkan dan dibina dengan baik tidak mustahil akan menjadi atlet pelari nasional kedepan,” ujar pria yang juga merupakan anggota TNI aktif dengan pangkat Kolonel Infantri tersebut.

Tugiman sendiri mempunyai tekad yang kuat untuk membatu mengembangkan bakat para atlet di Gunungkidul. Bahkan belakangan ini santer terdengar dirinya akan ikut dalam persaingan menjadi salah satu calon bupati dalam Pilkada 2020 mendatang.

“Saya masih TNI aktif, kalau keinginan untuk ikut membangun Gunungkidul itu pasti. Kalau saya pensiun ya kembali ke Gunungkidul,” ucap dia ketika disinggung mengenai isu tersebut.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga, Disdikpora Gunungkidul, Irfan Ratnadi mengatakan, saat ini pihaknya melakukan pendataan terhadap atlet-atlet muda yang ada di tingkat desa dan kecamatan di Gunungkidul. Untuk pendataan sendiri pihaknya melibatkan KONI kecamatan untuk menjaring bibit-bibit juara.

“Atlet-atlet yang ada di tingkat SD dan SMP kita bidik, kita data. Saat ini masih dalam proses pendataan,” ujar Irfan.

Ia menjelaskan, setelah dilakukan pendataan, maka pihaknya akan mampu mengetahui bakat dari anak-anak di Gunungkidul. Sehingga mereka nantinya dapat dibina sedini mungkin oleh pemerintah.

“Selama ini atlet yang ada banyak ikut di club, mereka berlatih disana karena jadwalnya jelas dan rutin. Maka dari itu fungsi KONI Kecamatan akan kita aktifkan lagi untuk membina atlet yang ada di wilayahnya. Karena selama ini pasif, mandek di pendataan saja,” terang Irfan.

Menurutnya langkah ini sangat penting untuk dilakukan. Mengingat, Gunungkidul merupakan Gudang atlet yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.

“Kalau atletik Gunungkidul memang gudangnya. Banyak atlet yang lahir dan berkembang dari Gunungkidul,” imbuh dia.

Ia juga mengatakan, kondisi geografis di Gunungkidul sangat cocok untuk tumbuh kembang para atlet. Meski tidak menjelaskan secara ilmiah, namun Irfan meyakini hal tersebut karena banyaknya atlet luar daerah memilih berlatih di bumi handayani ini.

“Banyak atlet memilih latihan di Gunungkidul. Mungkin karena medannya cocok untuk melatih fisik dan stamina,” imbuh dia.

Terkait dengan olahraga selain atletik di Gunungkidul, Irfan mengakui memang masih menjadi pekerjaan rumah yang akan terus dibenahi. Menurutnya, kendala utama adalah pada dana yang akan diberikan kepada pelaku olahraga untuk memacu semangat mereka.

“Kalau untuk cabang-cabang lain itu apalagi yang beregu kan banyak orangnya, kalau kita mau berikan uang pembinaan kalau sedikit kurang, karena orangnya banyak, tapi kalau mau disamakan dengan olahraga tunggal besarannya juga belum mampu kita,” terang dia.

Please follow and like us:
error

Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error

Ayo bagikan supaya teman Anda tahu!

WhatsApp chat