Gunung Kidul, DIY
tugimandr@gmail.com

Para Penewu Gunungkidul Resmi Dilantik

Maju BERSAMA, Sejahtera SEMUA

Para Penewu Gunungkidul Resmi Dilantik

Wonosari – (gunungkidulrumahkita.com) –  Bupati Kabupaten Gunungkidul, Hj. Badingah.S.Sos  secara resmi  melantik  para Penewu se Kabupaten Gunungkidul, bertempat  di bangsal Sewoko Projo, Rabu (10/06).

Pelantikan tersebut  sebagai tindak lanjut dari undang-undang nomor 13 tahun 2012 tentang Keistimewaan DIY, yang didalamnya mengatur  perubahan penyebutan terhadap sejumlah organisasi perangkat daerah.

Berdasarkan Undang-undang tersebut Kecamatan berubah nama jadi Kapanewon,  sehingga sebutan untuk Camat berganti jadi Penewu. Sedangkan Sekretaris Camat berubah menjadi Penewu Anom dan Kepala Seksi (Kasi) di kecamatan berubah jadi Jawatan. Meski demikian tugas pokok dan fungsi jabatan penewu masih sama dengan camat yang ada di seluruh Indonesia.

Dalam Undang-undang tersebut, juga terdapat tiga jenis organisasi pemerintah yang berubah penyebutannya yakni Dinas Kebudayaan yang berubah menhadi Kudha Kabudayan, Dinas Pertanahan dan Tata Ruang menjadi Kudha Niti Mandala sarta Tata Sasana, dan Kecamatan yang berubah menjadi Kepanewon. Perubahan nama organisasi tersebut sekaligus  juga merubah penyebutan pejabat di lingkup organisasi pemerintah itu sendiri.

Selain  tiga organisasi pemerintahan,  juga akan dilakukan pelantikan atas perubahan nomenklatur pemerintah desa. Nama Desa nantinya akan berubah menjadi Kalurahan, sementara Kepala Desa menjadi Lurah, dan perangkat desa sampai dengan staf juga akan dilakukan perubahan.

Dalam kesempatan tersebut  Bupati Gunungkidul, Badingah.S.Sos mengungkapkan agar para pejabat yang resmi dilantik hari ini tetap menjalankan tugasnya secara bertanggungjawab. Ia mengatakan perubahan nomenklatur ini sejalan dengan proses penataan pemerintahan dalam wilayah DIY.

Selain itu perubahan ini juga diharapkan mampu memaksimalkan fungsi dari masing-masing, dan  diharapkan dapat lebih melestarikan budaya, adat dan tradisi. Sehingga potensi yang dimiliki dengan beragam tradisi dapat lebih diperhatikan dan mampu mendongkrak citra daerah.

“Dengan perubahan nomenklatur tersebut diharapkan mampu memaksimalkan fungsi dan  dapat lebih melestarikan budaya, adat dan tradisi, sehingga potensi yang dimiliki dengan beragam tradisi dapat lebih diperhatikan dan mampu mendongkrak citra daerah”, Ungkap Badingah. (Try)

Please follow and like us:
error

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error

Ayo bagikan supaya teman Anda tahu!

WhatsApp chat